Artikel

5 Jenis Gangguan Menstruasi Yang Perlu Wanita Waspadai!

5 Jenis Gangguan Menstruasi Yang Perlu Wanita Waspadai!

Gangguan menstruasi merupakan kelainan yang kerap terjadi ketika siklus menstruasi tiba. Beragam gangguan siklus menstruasi yang bisa dialami para wanita. Kali ini Jelita-V akan membagikan ulasan seputar jenis-jenis gangguan menstruasi yang perlu wanita waspadai. Yuk, cek selengkapnya di sini!

1. Apa itu Gangguan Menstruasi? 

Menstruasi merupakan hal umum yang dialami oleh kaum hawa, dimana masing masing wanita bisa memiliki siklus menstruasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kondisi ketika siklus menstruasi mengalami anomali atau kelainan. Hal ini terutama dipengaruhi oleh hormon reproduksi yang dimiliki bisa berupa pendarahan menstruasi yang sangat banyak ataupun bisa sangat sedikit bahkan adapula yang tidak haid sama sekali. 

Sobat Jelita-V, siklus menstruasi bisa berlangsung dengan normal dan selesai dengan rentan waktu yang sama setiap bulannya. Rata-rata siklus menstruasi yaitu 28 hari, akan tetapi siklus yang di anggap normal berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung dengan jangka waktu 4-7 hari setiap kalinya. Gangguan yang dirasakan dalam batas wajar, seperti kram perut dan yang sering di alami wanita yaitu mudah emosi atau sedang berada dalam situasi mood swing.

Memang siklus menstruasi yang normal berbeda-beda masing-masing wanita. Menstruasi yang normal belum tentu normal bagi orang lain. Terkadang, saat terjadi siklus haid sering timbul beberapa gejala yang membuat kamu merasa tidak nyaman.

Adapula yang mengalami siklus haid dengan gejala-gejala fisik ataupun psikis yang sangat menganggu dan mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Penting untuk memahami kondisi tubuh kamu sendiri dan konsultasikan dengan dokter apabila kamu merasakan adanya perubahan signifikan ketika mengalami siklus menstruasi.

2. Tanda Dan Gejala Gangguan Menstruasi

Jika ingin menentukan adanya gangguan menstruasi ataupun tidak, kamu perlu mengetahui berapa lama siklus haid yang normal bagi kamu yang berlangsung tiap bulannya. Tanda dan gejala pada gangguan menstruasi bermacam-macam, tergantung dari sudut pandang jenis gangguannya, diantaranya yaitu :

  • Jangan waktu siklus menstruasi kurang dari 21 hari bahkan bisa lebih dari 35 hari
  • Durasi menstruasi yang melebihi 7 hari
  • Tidak mengalami menstruasi selama 3 bulan berturur-turut
  • Menstruasi disertai nyeri perut yang kerap menganggu
  • Terjadinya pendarahan atau munculnya bercak di antara siklus menstruasi

Gejala gangguan lain yang bisa terjadi pada wanita bisa saja muncul nampak kulit yang pucat atau bisa dikatakan kondisi daya tahan tubuh yang menurun dan secara otomatis dapat menganggu aktifitas kita sehari-hari.

Adapun gejala lain yaitu absennya menstruasi di saat seorang wanita tidak mengalami haid di waktu tertentu. Kondisi tersebut mengacu pada gangguan hormon atau masalah pada sistem reproduksi wanita. Faktor hormonal juga dapat mempengaruhi siklus menstruasi membuat haid tidak teratur. Penyebabnya bisa jadi para wanita mengalami haid dalam waktu yang lebih cepat meningkat wanita tersebut memiliki hormon estrogen dan progesterone yang lebih banyak. Jika hal tersebut menjadi faktor penyebabnya maka wanita tersebut sedang mengalami gangguan kesuburan dan bisa diatasi dengan suntikan untuk mempercepat pematangan sel telur.

3. Apa Penyebabnya?

Penyebab gangguan menstruasi yang terjadi bermacam-macam, namun faktor penyebab utamanya ialah pola hidup dan psikis (stress). Adapun beberapa penyebab gangguan menstruasi lainnya, diantaranya adalah :

  • Gangguan makan, penurunan berat badan ekstrim, bahkan olahraga yang terlalu banyak bisa menjadi penyebab kamu mengalami gangguan menstruasi.
  • Pil KB. Jika pil KB digunakan dengan tidak rutin, dapat menjadi faktor penyebabnya.
  • Kehamilan atau menyusui, dimana menstruasi yang sudah terlewat bisa dikatakan menjadi tanda awal kehamilan. Sedangkan menyusui umumnya bisa menunda kembalinya menstruasi setelah kehamilan.
  • Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) dimana kondisi indung telur menghasilkan banyak hormon androgen yang berasal dari hormon laki-laki, sehingga PCOS dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur, atau bahkan terhenti sama sekali.
  • Siklus dengan aliran menstruasi yang lebih panjang atau lebih berat berkaitan dengan rasa nyeri dan kram.
  • Peradangan panggul yang disebabkan oleh bakteri dan menyerang organ reproduksi. Dengan munculnya beberapa gejala yaitu keputihan, menstruasi tidak teratur, nyeri panggul disertai mual atau muntah.
  • Fibroid rahim dimana pertumbuhan uterus tanpa sifat kanker. Gangguan ini dapat menyebabkan menstruasi berlebihan atau jangka menstruasi yang lebih panjang.

4. Jenis-Jenis Yang Perlu Kamu Waspadai

Gangguan menstruasi dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti stres, radang, gaya hidup tidak sehat, dan masih banyak yang bisa di alami oleh para wanita, baik remaja dan dewasa. Dan secara otomatis mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

Adapun beberapa jenis gangguan menstruasi yang pelu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko masalah kesuburan yang terbagi menjadi 5 jenis, yaitu :

  • Amenorrhea

Seorang wanita yang tidak mengalami menstruasi hingga 3 bulan maka kemungkinan besar sedang hamil. Namun jika bukan kehamilan yang menjadi penyebabnya, maka bisa merupakan gejala primenopause atau akan memasuki masa menopause.

Kondisi wanita yang tidak menstruasi juga bisa disebabkan oleh adanya tingkat psikis (stres) yang tinggi, penurunan berat badan yang ekstrim atau karena menjalani latihan yang sangat berat. Mengingat pada menstruasi volume darah yang keluar cukup banyak, maka sebaiknya kamu lebih teratur mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup dan makanan yang banyak mengandung zat besi, agar terhindar dari resiko anemia selama menstruasi.

  • Menorrhagia

Gangguan menstruasi ketika kondisi jumlah pendarahan yang keluar lebih banyak dari pada normal yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormon atau kelainan pada rahim. Jika kamu mengalami menstruasi lebih dari 7 hari dengan volume darah yang tidak tertampung pembalut, kemungkinan besar itu adalah menorrhagia. Kendati demikian, gumpalan darah yang ada dalam menstruasi, meskipun di anggap normal namun jika jumlahnya banyak bisa dikatakan tanda heavy periods. Kondisi ini di yakini bisa menyebabkan wanita lebih rentan mengalami anemia.

  • Oligomenrrhea

Kondisi dalam gangguan ini ketika seorang wanita jarang mengalami menstruasi. Periode menstruasi yang tidak dapat diprediksi mungkin masih dianggap normal jika dialami ketika masa awal tahun pertama menstruasi dan pada saat akan mengalami menopause. Menstruasi yang tidak teratur bisa disebabkan oleh beberapa faktor dikarenakan ketidakseimbangan hormon, kelainan organ reproduksi, stres yang tinggi, berat badan yang turun drastis, hingga obesitas dan kista.

  • Dysmenorrhea

Dysmenorrhea merupakan kelainan menstruasi yang ditandai dengan gejala rasa sakit yang luar biasa, termasuk rasa sakit pada area punggung bagian bawah, tulang panggul hingga kram perut. Gangguan tersebut sering dihubungkan dengan adanya kenaikan kadar kimia alami di dalam tubuh pada saat ovulasi yang bisa memicu rasa sakit. Kondisi ini berhubungan juga dengan adanya kelainan pada organ tubuh yaitu reproduksi, endometriosis ataupun fibroids yang bisa menimbulkan rasa sakit pada saat menstruasi. Konsultasikan dengan dokter jika ingin mengetahui penyebab yang pasti.

  • Polimenorea

Gangguan polimenorea terjadi ketika siklus haid lebih pendek dari normalnya, yaitu kurang dari 21 hari yang terjadi 2 kali dalam sebulan. Pendarahan saat haid kurang lebih sama atau melebih dari normal. Dan penyebabnya dikarenakan tidak seimbangnya hormone estrogen dan progesterone dimana estrogen lebih mendominasi semuanya. Kondisi ini sering ditemukan pada anak perempuan yang masih muda dan belum berovulasi dan wanita yang akan mengalami masa menopause.

Untuk memastikan penyebab gangguan menstruasi kamu perlu merencanakan serangkaian pemeriksaan dengan dokter. Dan penanganan setiap jenis gangguan menstruasi sangat berbeda tergantung penyebabnya. Kami sarankan kamu berkonsultasi diri dengan dokter guna mendapatkan penanganan yang sesuai.

Itulah ulasan seputar 5 jenis gangguan menstruasi yang perlu wanita waspadai. Sebaiknya kamu mulai memperhatikan siklus menstruasi dengan baik dan teratur. Semoga tulisan ini bermanfaat buat kamu.

Ikuti informasi menarik seputar kesehatan reproduksi perempuan hanya di Jelita-V.com!

Jenis gangguan menstruasi apalagi yang kamu ketahui?