Artikel

Alami Gangguan Menstruasi, Haid 2 Kali Sebulan? Waspadalah !!

alami-gangguan-menstruasi

Alami Gangguan Menstruasi Haid 2 Kali Sebulan? Waspadalah !!  —  Sudah menjadi kodrat seorang wanita mengalami siklus menstruasi setiap bulan, tapi bagaiman dengan kamu yang sebulan kedatangan tamu 2x. Apakah itu wajar? Apakah tidak bahaya?

Ketika seorang wanita mengalami siklus haid yang lebih sering (siklus haid yang lebih singkat dari 21 hari), hal ini dikenal dengan istilah polimenorea. Wanita dengan gangguan menstruasi polimenorea akan mengalami haid hingga 2 kali atau lebih dalam sebulan, dengan pola yang teratur dan jumlah pendarahan yang relatif sama atau lebih banyak dari biasanya.

Gangguan menstruasi Polimenorea harus dapat dibedakan dari gangguan menstruasi metroragia. Gangguan menstruasi Metroragia merupakan suatu perdarahan iregular yang terjadi di anatara dua waktu menstruasi. Pada metroragia menstruasi terjadi dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih sedikit.

Apa penyebab dari gangguan menstruasi polimenorea?

Berikut adalah penyebab dari gangguan menstruasi polimenorea:

Timbulnya menstruasi yang lebih sering ini tentunya akan menimbulkan kekhawatiran pada wanita yang mengalaminya. Polimenorea dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan sistem hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. Ketidak seimbangan hormon tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi (pelepasan sel telur) atau memendeknya waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu siklus menstruasi normal sehingga didapatkan menstruasi yang lebih sering. Gangguan keseimbangan hormon dapat terjadi pada :

–    Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama
–    Beberapa tahun menjelang menopause
–    Gangguan indung telur
–    Stress dan depresi
–    Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
–    Penurunan berat badan berlebihan
–    Obesitas
–    Olahraga berlebihan, misal atlit
–    Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti  antikoagulan, aspirin, NSAID, dll
–    dsb

Pada umumnya, polimenorea bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya. Penderita polimenorea harus segera dibawa ke dokter jika polimenorea berlangsung terus menerus. Polimenorea yang berlangsung terus menerus dapat menimbulkan gangguan hemodinamik tubuh akibat darah yang keluar terus menerus. Disamping itu, polimenorea dapat juga akan menimbulkan keluhan berupa gangguan kesuburan karena gangguan hormonal pada polimenorea mengakibatkan gangguan ovulasi (proses pelepasan sel telur). Wanita dengan gangguan ovulasi seringkali mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan.

Berikut ini adalah pengobatan gangguan menstruasi polimenorea:

Obat polimenore pada beberapa kasus sebenarnya ada yang cuma sementara dan hilang dengan sendirinya. Namun ada juga yang berlangsung cukup lama dan ini harus segera dikonsultasikan dengan dokter. Dokter akan mendiagnosa dengan cara melakukan tes kadar estrogen, dan juga progesteron. Jika mengalami gangguan diluar faktor hormonal maka sebaiknya anda segera mencoba melakukan tes pap smear agar diketahui apa penyebabnya, mungkin saja ada masalah pada mulut rahim, dan juga penebalan endometrium bisa discan melalui USG.

Tujuan terapi pada penderita polimenorea adalah mengontrol perdarahan, mencegah perdarahan berulang, mencegah komplikasi, mengembalikan kekurangan zat besi dalam tubuh, dan menjaga kesuburan.

Untuk polimenorea yang berlangsung dalam jangka waktu lama, terapi yang diberikan tergantung dari status ovulasi pasien, usia, risiko kesehatan, dan pilihan kontrasepsi. Kontrasepsi oral kombinasi dapat digunakan untuk terapinya. Pasien yang menerima terapi hormonal sebaiknya dievaluasi 3 bulan setelah terapi diberikan, dan kemudian 6 bulan untuk reevaluasi efek yang terjadi.

Jika dibiarkan terus menerus kondisi darah haid yang keluar dengan banyak sekali, maka tentunya ini bisa mengakibatkan gangguan pada tingkat kesuburan dan bisa mengganggu jika anda ingin punya anak lagi. Gangguan hormonal bisa menjadikan proses pelepasan telur jadi terganggu. Banyaknya darah menstruasi yang keluar bisa juga mengakibatkan anemia atau kurang darah. Solusi untuk mengatasi polimenore adalah dengan rajin kontrol terjadinya pendarahan.