Makan Timun Saat Haid Picu Kanker Ovarium, Mitos atau Fakta?

Meski sebenarnya mentimun memiliki banyak manfaat seperti sebagai antioksidan, mencegah dehidrasi, membantu menurunkan tekanan darah, merawat kulit, dan menyehatkan tulang dan lain sebagainya, namun banyak pendapat masyarakat yang mengatakan bahwa makan timun saat haid bisa menyebabkan kanker ovarium.

Seperti yang dikutip pada detikhealth,¬†kebanyakan dokter mengatakan bahwa hal itu hanyalah mitos belaka. “Enggak, itu mitos. Darah haid itu tidak tersisa di dinding rahim, selesai menstruasi ya berarti darahnya memang sudah bersih,” tegas dr Sita Ayu Arumi, SpOG, spesialis kandungan dan kebidanan RSU Bunda Jakarta.

Sependapat dengan dr Sita, dr Irfan Mulyana Mustofa, SpOG, spesialis kandungan dan kebidanan RSUD Leuwiliang Bogor, menyebutkan bahwa sisa darah saat menstruasi tak selalu tersisa dan memicu kanker.

“Proses menstruasi kan sudah dibuat sebuah skenario. Dari hari awal sampai maksimal tiga hari itu adalah proses utamanya, dinding rahim bagian dalam meluruh dan banyak jaringan endometrium yang luruh,” ungkap dr Irfan.

Menurutnya, endometrium yang banyak memiliki jaringan darah ini menjadi penyebab mengapa tiga hari pertama menstruasi darah yang keluar menjadi kehitaman. “Tapi dinding rahim ini lama-lama bersih karena terjadi penutupan sampai hari ke tujuh, hanya tinggal flek saja sampai akhirnya bersih,” ujarnya.

Jadi, menurut dr Irfan wajar jika pada awal menstruasi darah yang keluar tidak berwarna merah. Yang perlu diingat adalah bahwa pada saat proses cleansing, wajar pula jika masih ada beberapa darah yang masih menetes berupa flek.

Pada akhirnya beberapa hari kemudian saluran pembuluh darah akan menutup sempurna. Jadi secara medis belum ada penelitian yang mengatakan bahwa pengaruh mentimun terhadap wanita yang menstruasi dan darah menstruasi tidak tersisa dengan dinding rahim.

Tinggalkan komentar