Artikel

Terlambat Datang Bulan, Jangan-Jangan Aku Hamil ????

Terlambat Datang Bulan, Jangan-Jangan Aku Hamil ???? —— Hal pertama yang sering dipikirkan orang ketika mengalami terlambat datang bulan adalah hamil. Terlambat datang bulan seminggu atau dua minggu membuat banyak wanita berfikir mungkin dirinya sedang hamil.

Padahal hamil hanyalah salah satu dari sekian banyak faktor yang menyebabkan terlambat datang bulan.  Masih banyak faktor penyebab lain yang membuat wanita terlambat datang bulan.

Perlu kita ketahui bahwa siklus menstruasi normal pada wanita rata-rata setiap 28 hari, meskipun ini dapat bervariasi. Di mana siklus yang terjadi setiap 24- 35 hari, dihitung dari hari pertama menstruasi saat ini, hingga hari pertama menstruasi berikutnya masih dianggap sebagai siklus yang normal. Lamanya setiap periode menstruasi normalnya dua sampai tujuh hari.

Jika “Datang Bulan” mundur dari waktu biasa, bisa jadi itu dikarenakan oleh salah satu alasan berikut:

1.Stres

Jika seseorang mengalami stres,  hormon dan bagian otak yang bertanggung jawab mengatur siklus menstruasi (hipotalamus) akan terganggu. Stres juga dapat menyebabkan sakit atau kenaikan/penurunan berat badan secara tiba-tiba. Itu semua dapat memengaruhi siklus menstruasi, sehingga membuat seseorang mengalami terlambat datang bulan. Disarankan untuk berlatih teknik relaksasi, mengubah gaya hidup, dan rutin berolahraga agar siklus haid kembali lancar.

2. Baru Menstrusai

Jika usia Anda saat ini pra-remaja atau remaja yang baru saja mulai menstruasi (menarche), maka sebuah kondisi yang normal jika menstruasi sering tidak teratur baik berupa telat haid ataupun haid yang lebih sering, dalam hal ini erat kaitannya dengan kesimbangan hormon yang belum baik.

3. Obesitas 

Perubahan hormonal wanita bisa dipicu oleh penambahan berat badan sedikit pun. Hal ini juga membuat seseorang mengalami terlambat datang bulan.  Diet dan olahraga mungkin akan disarankan oleh dokter jika obesitas menjadi faktor menstruasi terlambat yang Anda alami.

4. Berat badan turun

Terlambat datang bulan kemungkinan dialami oleh perempuan dengan gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia. Jika berat badan Anda kurang 10 persen dari yang seharusnya, fungsi tubuh akan berubah dan masa ovulasi (proses di mana salah satu indung telur melepaskan telur) pun terhenti. Mengobati gangguan makan dan menaikkan berat badan secara sehat dapat mengembalikan siklus haid normal.

5. Hormon prolaktin berlebih

Terlambat datang bulan dapat disebabkan oleh produksi hormon prolaktin yang tidak normal. Hormon ini biasanya diproduksi ketika wanita sedang menyusui. Itulah sebabnya ibu menyusui tidak akan mengalami menstruasi.

6. Alat kontrasepsi

Pil KB atau pil pencegah kehamilan mengandung hormon estrogen dan progestin, yang mencegah indung telur melepaskan sel telur. Dibutuhkan waktu hingga enam bulan agar siklus menstruasi kembali konsisten setelah berhenti mengonsumsi pil KB. Alat kontrasepsi yang ditanam atau disuntik juga dapat menyebabkan seseorang mengalami terlambat datang bulan.

7. Sindrom ovarim polikistik (Polycystic Ovary Symptom/PCOS)

PCOS adalah suatu kondisi dimana hormon yang mempengaruhi indung telur untuk memproduksi folikel  sangat tinggi kadarnya di dalam darah. Folikel adalah kantong yang terbentuk sebagai tahap awal produksi sel telur. Tingginya kadar hormon membuat produksi folikel juga meningkat tapi folikel ini belum matang sehingga tidak menghasilkan sel telur. Gejala yang tampak adalah siklus menstruasi yang sering kali tidak teratur. Pada wanita penderita PCOS, sel telur bertahan di ovarium. Akibatnya, sel telur tersebut tidak dapat dibuahi.

8.Penyakit kronis

Diabetes dan penyakit celiac juga dapat memengaruhi siklus menstruasi. Gula darah yang tidak stabil terkait erat dengan perubahan hormonal, alhasil diabetes yang tidak terkontrol membuat menstruasi menjadi tidak teratur. Sedangkan penyakit celiac menyebabkan peradangan yang dapat menyebabkan kerusakan pada usus kecil. Kondisi ini bisa menghalangi tubuh menyerap nutrisi penting, hingga menyebabkan menstruasi terlambat.

9. Masalah tiroid

Kelenjar tiroid berfungsi mengatur metabolisme tubuh. Jika hormon ini tidak bekerja dengan baik, menstruasi pun bisa terganggu. Kelenjar tiroid bermasalah dapat dikenali dengan ciri-ciri seperti merasa sangat kelelahan, berat badan naik, rambut rontok, dan merasa kedinginan. Namun jangan khawatir, masalah pada tiroid dapat ditangani dengan obat-obatan. Menstruasi pun akan kembali normal setelah masalah diobati. .

10. Menopause dini

Kebanyakan wanita mulai memasuki menopause pada usia 45-55 tahun. Namun, ada pula wanita yang mengalami gejala-gejala menopause sebelum atau pada usia 40 tahun. Ini disebut sebagai menopause dini. Menopause menyebabkan pasokan telur berkurang atau berakhir, hasilnya menstruasi terlambat hingga berakhir sama sekali.

11. Perubahan menstruasi mendadak

Bagi wanita berusia lebih dari 40 tahun, segera konsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan profesional jika menstruasi Anda berubah secara tiba-tiba. Misalnya darah yang keluar lebih banyak dan waktu menstruasi lebih lama. Mengapa? Hal tersebut bisa saja menjadi tanda-tanda kanker endometrium, polip serviks, polip endometrium, atau kondisi prakanker (hiperplasia endometrium).

Menstruasi terlambat mungkin dianggap sebagai hal yang tidak menakutkan oleh beberapa wanita. Namun, menstruasi terlambat dapat menjadi gejala beberapa kondisi dan penyakit. Oleh karena itu, disarankan agar tidak ragu berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami menstruasi terlambat. Apalagi jika haid berhenti tiba-tiba selama lebih dari 90 hari, siklus bulanan menjadi sangat tidak teratur, haid selama lebih dari 7 hari, nyeri parah, atau darah keluar dengan deras dan harus ganti pembalut setiap satu atau dua jam sekali.